Aku Tetap Bersukacita

Keputusan untuk bersukacita atau bersedih ada di tangan kita. Apa pun perlakuan orang lain dan prasangka orang lain terhadap diri kita, hendaknya tidak mempengaruhi hidup kita. Jika kita memilih untuk bahagia hari ini, maka kita akan bahagia. Sebaliknya jika kita memilih untuk bersedih, maka kita akan menjalani hari dengan penuh kesedihan.

Keputusan bersukacita ini harus secara terus-menerus kita lakukan. Bahkan apa pun keadaan yang akan menimpa hidup kita di kemudian hari, kita harus mampu mempertahankan ikrar kita bahwa akan tetap bersukacita.

Apa yang membuat kita mampu untuk terus bersukacita, meskipun keadaan seakan mendorong kita untuk bersedih? Jawabannya adalah karena kita telah melihat kemuliaan Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus Kristus. Kita telah memperoleh keselamatan atas hidup yang tidak dapat ditukar oleh apa pun. Kita juga telah memperoleh jaminan hidup kekal. Inilah yang seharusnya menjadi alasan untuk tetap bersukacita di segala situasi.

Dalam segala penderitaan kami aku sangat terhibur dan sukacitaku melimpah-limpah.
2 Korintus 7:4b

Bagikan Artikel: