Air Matamu Berharga Bagi-Nya

Air Matamu Berharga
Air Matamu Berharga

Dalam 1 Samuel 1 diceritakan tentang kepedihan hati Hana, istri Elkana, karena tidak memiliki anak. Madunya, Penina, selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar. Hana selalu pergi ke rumah Tuhan dan terus-menerus berdoa dengan hati pedih sambil menangis tersedu-sedu. Sampai-sampai ia dikira sedang mabuk oleh imam Eli, karena saat ia berdoa suaranya tidak kedengaran. Namun akhirnya Tuhan mengasihaninya dan mengabulkan doanya. Mengandunglah Hana dan melahirkan anak laki-laki yang dinamai Samuel.

Sebagian orang beranggapan bahwa menangis adalah sikap yang cengeng dan manja. Kebudayaan kita juga menuntut laki-laki untuk tetap kuat dalam kondisi apapun dan tidak pantas menangis karena akan dianggap lemah. Namun ada saatnya pada satu titik, baik perempuan maupun laki-laki, pasti tidak dapat menahan tangisnya karena perasaan sakit hati dan kecewa, kesedihan mendalam, tidak berdaya dan tidak terima dengan kenyataan yang terjadi, atau karena beratnya pergumulan. Yesus juga menangis. Dalam Yohanes 11:35 dikatakan bahwa Yesus menangis saat melihat Maria menangis ketika Lazarus meninggal. Yesus juga mengenal rasa sakit dari dukacita, karena itu Ia sangat mengerti dengan kesedihan kita.

Allah memperhatikan setiap air mata yang kita keluarkan, diantara doa permohonan kita atau diantara kesesakan yang kita alami. Dalam setiap tangisan yang kita keluarkan, datanglah pada-Nya dan tetaplah memuji Dia, karena Tuhan memberikan pengharapan dan menjanjikan penghiburan. Allah yang penuh kasih telah menghapus dosa kita, dan Ia juga akan menghapus air mata kita. Meskipun saat ini kita menabur dalam air mata, namun kelak akan menuai dalam sukacita

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 126:5-6

Bagikan Artikel: