Uang Bukan Segalanya

Uang Bukan Segalanya

Uang Bukan Segalanya

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama kita tinggal di dunia ini, uang memang dibutuhkan dalam banyak hal. Uang mampu membeli banyak barang, tapi tidak mampu membeli semua hal. Bahkan tidak ada jaminan bahwa mereka yang mempunyai uang berlimpah adalah mereka yang paling berbahagia dan tidak kekurangan apapun.

Jika kita memandang dalam perspektif yang benar, uang hanyalah alat tukar terhadap suatu barang atau jasa yang kita butuhkan maupun yang kita inginkan. Tapi saat pandangan kita dikaburkan oleh keinginan duniawi, maka kita akan menganggap kekuatan uang itu lebih besar dari segalanya. Sehingga muncul anggapan bahwa uang dapat mengganti apa saja yang ada di dunia ini dan semua yang kita inginkan akan kita dapatkan. Mengejar uang akan membuat kita buta dengan kepentingan Allah karena hati kita akan diambil alih oleh kepentingan duniawi. Sama seperti Yudas yang menerima tiga puluh perak karena menjual Yesus kepada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi. Uang dapat menjadi berhala dan menguasai hidup kita menggantikan posisi Allah jika kita tidak bijak menggunakannya.

Kita memang memerlukan uang dalam menjalani kehidupan. Tapi jangan memposisikan uang sebagai tujuan utama. Kalau kita menomorsatukan uang maka banyak hal yang lebih penting akan terabaikan, misalnya relasi yang terabaikan, kepentingan orang lain dilupakan, norma dan peraturan dilanggar, mengorbankan nilai-nilai kristiani, bahkan sampai menjual iman kita. Cinta uang adalah akar segala kejahatan. Karena itu jangan mau menjadi hamba uang dan pakailah uang sesuai dengan kebenaran Allah.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

1 Timotius 6:10

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose