Tunduk pada Suami

Tunduk pada Suami

Tunduk pada Suami

Seorang wanita yang telah menikah dengan suaminya selama lima tahun, memutuskan untuk bercerai. Wanita ini memiliki asalasan bahwa suaminya selama ini telah berlaku kasar kepadanya dan suka membawa wanita lain masuk ke dalam rumahnya. Perselingkuhan suaminya itu membuatnya menjadi sakit hati dan marah.

Setelah bercerai dengan suaminya, wanita ini lantas menikah lagi dengan seorang pria. Namun kehidupan rumah tangganya yang baru juga tidak lebih baik dari rumah tangganya yang lama. Ia masih saja memiliki masalah yang membuatnya tidak damai sejahtera.

Bukankah pernikahan Kristen tidak boleh bercerai selain diceraikan oleh maut?

Ada kasus yang serupa dengan cerita di atas namun dengan sikap yang berbeda. Seorang ibu telah diduakan oleh suaminya dan mengalami kekerasan tapi ibu ini tidak tersulut emosinya. Seburuk apapun suaminya, ibu ini tetap tunduk dan setia. Ibu ini tetap melayani suaminya dengan baik hingga puluhan tahun berlalu.

Ibu ini memang tidak berkuasa untuk mengubah sifat suaminya. Tapi seiring dengan berajalannya waktu, suaminya mulai berubah secara perlahan. Ketundukkan dan kesetiaan ibu itulah yang telah menghancurkan keburukan suaminya.

Ya, mungkin kita tidak mampu mengubah sikap dan sifat orang lain atau orang-orang di dalam keluarga kita. Tapi dengan ketundukkan dan kesetiaan kita (selama hal itu baik di mata Tuhan), kita akan mampu menghancurkan keburukkan orang lain dan mengubahnya menjadi pribadi yang baik.

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya

1 Petrus 3:1

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose