Tuhan Tidak Melihat Kehebatanmu, Tapi Hatimu

Ada seorang pemuda sedang mencari pekerjaan. Pemuda itu sudah mencoba melamar ke berbagai perusahaan namun selalu ditolak. Rupanya pemuda itu tidak memiliki keahlian sesuai yang dibutuhkan. Ia menyadari bahwa sedari kecil memang memiliki banyak kelemahan. Ia sangat memaklumi mengapa orang-orang kerap “membuangnya”. Ketika hatinya begitu putus asa, ia dipanggil oleh seorang kakek.

“Kau sedang mencari pekerjaan, Nak?”

“Benar, Kek.”

“Ikutlah denganku.”

Kakek itu dapat melihat kesungguhan hati si pemuda. Sosok yang ada di hadapannya memang tampak lemah namun hatinya begitu bersinar dengan kuat. Perlahan-lahan si kakek mulai mengajari pemuda itu untuk membuat perabotan dari tanah liat.

“Tanah liat ini akan mengajarimu banyak hal. Kesabaran, ketekunan, kerja keras dan niat. Ketika semua proses itu telah kamu lewati dengan baik, maka kamu akan melihat hasilnya.”

Pemuda itu mulai mencoba membentuk tanah liat. Ternyata begitu susah, ia harus mengulanginya berkali-kali. Dan tanpa ia sadari, ia telah menjadi sangat ahli dalam membuat perabotan tanah liat. Ketekunan, kesabaran dan kerja kerasnya telah mengalahkan kelemahan yang selama ini ia takuti. Semua tergantung dari niat dari dalam hati.

Mungkin kita menganggap bahwa diri kita lemah sehingga tidak diterima oleh dunia, tapi Tuhan melihat hati kita. Bila kita menyerahkan hati dan seluruh kehidupan kita ke dalam Tuhan, maka Tuhan akan membentuk kita. Kita akan melalui banyak proses yang mengharuskan kita untuk semakin bersabar, semakin tekun dan semakin giat. Berkat dan kesuksesaan yang dari Tuhan tidak didasarkan pada kehebatan kita, melainkan kesediaan kita untuk dibentuk oleh Tuhan.

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.

2 Tawarikh 16:9a

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose