Tuhan Melihat Hati

Tuhan Melihat Hati

Tuhan Melihat Hati

Saat itu Tuhan telah menolak Saul sebagai raja atas Israel karena ia telah berbalik dari Tuhan dan tidak melaksanakan firman-Nya. Maka Tuhan mengutus Samuel untuk memilih raja dari antara anak-anak Isai. Samuel sempat berpikir bahwa Eliab, anak sulung yang menjadi prajurit perang, yang akan diurapi Tuhan karena paras dan perawakannya yang tinggi. Namun Tuhan lebih memilih Daud, yang paling bungsu yang pekerjaannya hanya menggembalakan kambing domba.

Manusia mudah mengagumi segala sesuatu yang terlihat cantik, gagah, dan indah. Kita mudah menilai dan menarik kesimpulan dari orang lain berdasarkan apa yang terlihat oleh mata. Sehingga banyak orang akhirnya salah menduga dan salah mengambil keputusan karena tidak mau mengenal atau memahami orang lain secara utuh. Pandanglah orang lain secara utuh, baik yang tampak secara kasat mata maupun sikap yang terpancar dari dalam hati. Pandanglah orang lain seperti bagaimana Tuhan memandangnya.

Di saat dunia begitu fokus memperhatikan rupa atau penampilan saja, namun tidak dengan Tuhan. Tuhan melihat sesuatu yang lebih penting dari semuanya itu, Ia memandang jauh ke dalam hati kita. Ia mendambakan hati yang penuh penyembahan dan ucapan syukur. Ia mengingini hati yang taat dan siap dibentuk sesuai dengan rancangan-Nya. Dan Tuhan dapat memakai siapa saja tanpa kecuali untuk menggenapi rancangan-Nya di dunia, siapa saja yang hatinya berkenan pada-Nya.

Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.

1 Samuel 16:7

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose