Tetaplah Membuka Tanganmu

Ada seorang anak sedang berlari menghampiri ibunya sambil menangis di taman. Rupanya tangan anak itu baru saja dipatuk oleh burung ketika berusaha memberi makan sekumpulan burung. Sang ibu segera membalut tangan anaknya diiringi sebuah nasihat.

“Sudah ibu peringatkan agar jangan menutup tanganmu. Setelah ibu memberimu makanan burung, tetaplah membuka tanganmu. Biarlah burung-burung itu makan dari tanganmu.”

Ilustrasi di atas menggambarkan tentang berkat yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Saat Tuhan mencurahkan berkat-Nya kepada kita, pastinya kita akan membuka tangan selebar-lebarnya agar dapat menampung banyak berkat. Namun dengan cepat pula kita segera menutup tangan tanpa rela membagikannya pada sesama.

Sadarilah bahwa apa yang kita miliki saat ini, termasuk kekayaan juga jabatan merupakan pemberian dari Tuhan. Kita tidak mempunyai hak penuh atas semuanya. Tetaplah membuka tangan agar ketika Tuhan mengambilnya sewaktu-waktu, tangan kita tidak terluka.

Mungkin ada berkat untuk orang lain yang Tuhan “titipkan” pada kita. Jangan pernah menahan apa yang sudah menjadi hak mereka. Semakin kita enggan memberi, maka akan semakin menyakiti diri sendiri.

TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!

Ayub 1:21b

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose