Telinga Hati

Sebelum kita mengucapkan serangkaian kta-kata kepada orang lain, kita membutuhkan dua telinga lagi untuk mendengarnya. Telinga itu adalah telinga hati. Bila kita sendiri tidak ingin mendengar kata-kata buruk yang ditujukan untuk diri sendiri, maka janganlah perkatakan hal itu kepada orang lain.

Seperti nasib seorang wanita yang kesepian, ditinggalkan keluarga juga teman-temannya lantaran tidak mampu menjaga perkataannya. Wanita itu seringkali berkata kasar dan tidak menghargai pendapat orang lain. Kini wanita itu hanya bisa hidup dalam penyesalan seorang diri.

 Lidah memang tidak bertulang, namun perkataan tetap bisa dikendalikan. Dengan hidup dekat dengan Tuhan, maka Roh Kudus akan senantiasa berjaga-jaga di depan bibir kita dan juga menegur kita di dalam hati. Kiranya anak-anak Tuhan selalu memperkatakan berkat, memperkatakan hal-hal yang positif dan membangun.

Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.

Amsal 15:4

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose