Tak Diingat-Nya Segala Pelanggaran

Ada seorang anak kecil yang setiap hari selalu memberontak terhadap ibunya. Anak itu sama sekali tidak mau mendengar perkataan ibunya sehingga menjadi sangat liar. Suatu ketika anak itu bersepeda di waktu hujan padahal ibunya sudah melarang sampai hujan reda. Anak itu tetap dengan keinginannya dan jatuh terperosok ke dalam lubang jalan kemudian pulang dengan menangis sebab lututnya terluka.

Ia datang kepada ibunya. Dipeluknya anak itu, dibersihkan badannya dari air hujan dan kemudian membalut lukanya. Sama sekali ibu itu tak marah atas segala kesalahan anaknya, seakan-akan telah lenyap seluruhnya. Tak ada amarah, yang ada hanyalah kasih sayang.

Seperti itulah hati Tuhan Yesus. Mungkin kita seringkali memberontak, kita tidak mempedulikan segala perintah-Nya, dan dengan sesuka hati kita bermain-main dengan dosa. Sampai suatu hari kita begitu kecewa terhadap dunia. Kita menjadi sadar telah melakukan banyak kesalahan yang pada akhirnya membuat kita teringat kepada Tuhan.

Saat kita menyadari segala dosa dan kesalahan kita, saat kita datang kepada-Nya dengan penuh pertobatan, maka tangan Tuhan akan selalu terbuka untuk menyambut kita. Tuhan tidak akan mengingat segala pelanggaran kita. Yang Tuhan sediakan hanyalah pengampunan dan pemulihan. Bersungguh-sungguhnya untuk hidup dekat dengan Tuhan dan meninggalkan segala dosa, maka Tuhan akan bersungguh-sungguh memulihkan hidup kita.

Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

Mazmur 103:10-12

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose