Tag Archives: renungan harian

Kepercayaan atau Kekuasaan?

Di dunia sangat banyak orang yang haus akan kekuasaan. Mereka rela melakukan apa saja demi mendapatkannya, sekalipun kepercayaan taruhannya. Bagi mereka, kekuasaan lebih berharga daripada Tuhan. Memang benar bahwa kekuasaan yang diberikan dunia bisa membuat seseorang menjadi lebih kaya dalam waktu cepat. Hal ini berbading terbalik bila harus mengikut Tuhan yang berarti rela menanti berkat-Nya […]

Comments Off on Kepercayaan atau Kekuasaan? Continue Reading →

Ketidakmampuan untuk Mencintai

Ada seorang laki-laki yang merasa tidak mampu mencintai istrinya dengan tulus. Padahal mereka telah menikah cukup lama, namun rasa cinta itu tidak pernah bertumbuh. Semakin lama semakin memudar. Dan sekarang istrinya ditinggalkan begitu saja. Laki-laki itu merasa bahwa dirinya tidak bisa meninggalkan perselingkuhan, dia juga merasa bahwa tidak mampu menafkahi dan memenuhi segala kebutuhan anak […]

Comments Off on Ketidakmampuan untuk Mencintai Continue Reading →

Yesuslah Tuhanmu!

Masih ada beberapa orang yang sibuk mencari keselamatannya sendiri. mereka pergi ke dukun-dukun, ke gunung-gunung, pekuburan atau hal-hal yang dianggap lebih hebat dari diri mereka sendiri. Mereka juga sibuk membawa persembahan khusus yang diminta oleh dukun-dukun. Ada juga orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Mereka menggagap dirinya kuat, paling pintar, sehingga begitu sombong kepada Tuhan. Sebaliknya, […]

Comments Off on Yesuslah Tuhanmu! Continue Reading →

Selalu Memegang Tanganmu

Ketika berjalan-jalan di sebuah mall, saya melihat seorang ibu sedang menggandeng tangan anaknya yang masih balita. Anaknya sangat aktif, sesekali ibu itu mengikuti anaknya berlari. Saat anaknya berjalan ke arah permainan yang berbahaya, ibu langsung menarik tangan anaknya agar mengikuti jalan ibu. Tak sekalipun ibu melepaskan tangan anaknya. Begitu juga dengan Bapa di sorga. Tak […]

Comments Off on Selalu Memegang Tanganmu Continue Reading →

Bersedih Secukupnya, Bersukacita Sebanyak-banyaknya

Saya pernah merasakan kesedihan yang mendalam. Waktu itu sedang patah hati. Semakin menyimpan rasa sedih dan mengingatnya, semakin terasa sakit di hati. Lama-kelamaan sakit hati itu berubah menjadi kepahitan. Pekerjaan terganggu, pelayanan juga demikian, terlebih pada kesehatan. Bersedih terlalu lama akan membuat hidup kita semakin hancur. Bersedih sesungguhnya sangat tidak bermanfaat. Dengan bersedih, hidup kita […]

Comments Off on Bersedih Secukupnya, Bersukacita Sebanyak-banyaknya Continue Reading →

Kasih yang Tak Pernah Berlalu

Kasih yang ada di muka bumi bisa berlalu, semua bersifat sementara dan lenyap seiring berjalannya waktu. Kita tidak bisa menggantungkan hidup atas belas kasihan orang lain dan kita juga tidak bisa selamanya mengharapkan kebaikan dari orang-orang terdekat kita. Segala sesuatu akan ada masanya, kitapun juga akan melewati masa di mana harus berjuang sendirian. Dunia beserta […]

Comments Off on Kasih yang Tak Pernah Berlalu Continue Reading →

Sumber Mata Air

Pada musim kemarau, sebuah desa dilanda kekeringan. Banyak tanah gersang dan tanaman mati. Para petani mencoba menggali tanah namun tak juga mendapatkan air. Mereka pun menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan desanya. Namun ada satu orang petani yang masih tinggal dan terus menggali. Satu-satunya tempat yang belum pernah digali adalah tanah berbatu. Ia kemudian mulai menggalinya, […]

Comments Off on Sumber Mata Air Continue Reading →

Tidak Percaya, Tidak Beriman

Mungkin saat ini kita tidak percaya bahwa Tuhan selalu menyertai sebab perjalanan hidup yang kita lalui selalu penuh dengan pencobaan. Masalah datang silih beerganti yang berkali-kali membuat kita terjatuh. Kita menjadi semakin ragu apakah Tuhan benar-bener mengasihi kita? Mungkin ada pula yang merasa bahwa Tuhan tidak memberkati lantaran setiap usaha yang kita bangun selalu berakhir […]

Comments Off on Tidak Percaya, Tidak Beriman Continue Reading →

Lebih dari Nama Baik

Ada seorang pemuda yang begitu sibuk menjaga nama baiknya. Ketika ada orang lain yang membicarakan dirinya tentang hal-hal negatif, ia buru-buru menghampiri dan memberikan klarifikasi. Pemuda itu sangat memperhatikan perkataan-perkataan yang ditujukan untuk dirinya. Pemuda itu ibarat tukang pel yang selalu membersihkan jejak kaki orang lain, namun lupa untuk mencuci kakinya sendiri. Apa yang ia […]

Comments Off on Lebih dari Nama Baik Continue Reading →

Beban yang Berakhir

Seorang atlet angkat besi terlihat sedang berlatih mengangkat beban. Kedua tangannya mencoba untuk menopang. Belum sampai terangkat penuh, atlet itu terlihat kelelahan, tangannya gemetar. Dengan sigap para pelatih segera menghampiri untuk melepaskan bebannya. Tidak ada satu pun atlet yang diabaikan oleh para pelatihnya. Tidak ada pula atlet yang terluka dalam setiap latihan yang mereka jalani. […]

Comments Off on Beban yang Berakhir Continue Reading →
You might also likeclose