Suamiku adalah Anugerah

Suamiku adalah Anugerah

Suamiku adalah Anugerah

Aku sangat bersyukur karena Tuhan telah memberikan seorang pria yang baik yang kini menjadi suamiku. Suamiku adalah pribadi yang penuh kasih dan sangat bermurah hati. Itu sebabnya aku sangat mencintainya.

Apa pernikahan kami seberuntung itu?

Tentu saja tidak. Ada begitu banyak perbedaan dari kami sebagai suami istri. Ada karakter-karakter yang harus disatukan, yaitu dengan cara saling memahami tanpa menghakimi secara sepihak. Belum lagi karakter dari dua keluarga besar yang berbeda di mana kami harus bisa menjadi penengah yang baik tanpa memicu konflik.

Kunci keluarga yang harmonis terletak pada komunikasi. Katakan apa yang menjadi persoalan dan ganjalan hati agar pasanganmu juga mengetahuinya. Jika masalah-masalah kecil disimpan, maka suatu saat akan meledak dan melukai banyak pihak. Dalam menyampaikan pendapat tentu akan ada saran yang masuk dan kita harus siap menerimanya tanpa melontarkan perkataan kasar yang menandakan ketidaksetujuan.

Suamiku panjang sabar dan dia tularkan itu padaku. Dulu aku sering emosian sampai akhirnya aku bisa mengolah emosi itu menjadi hal yang lebih positif.

Selain itu kami selalu belajar dari apa saja yang kami lihat dan dengar, bisa dari perkara yang dialami oleh pasangan lain atau cerita-cerita dari orang tua. Kami selalu berusaha untuk menyaring sisi positif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada hubungan rumah tangga yang mulus, semua itu tergantung bagaimana cara kita menjalaninya. Bagiku, suamiku adalah anugerah. Dialah yang Tuhan kirim untuk memberikan perubahan yang lebih baik dalam hidupku.

Tags:

No comments yet.

Leave a Reply

You might also likeclose