Setia pada Pasangan, Setia pada Tuhan

Setia pada Pasangan

Setia pada Pasangan

Kita semua pasti tahu dengan istilah buaya darat. Buaya seakan-akan menjadi sebuah simbol ketidaksetiaan. Tetapi kenyataannya buaya merupakan salah satu dari 10 hewan paling setia di dunia. Menurut sebuah penelitian, 70% buaya betina selalu memilih jantan yang sama setiap kali musim kawin tiba. Begitu juga serigala yang terkenal sebagai hewan yang buas akan tetapi sangat setia dan menyayangi pasangannya. Setelah menemukan pasangan, mereka akan selalu bersama membentuk sebuah keluarga dengan anak-anaknya menjadi seperti sebuah keluarga yang utuh.

Dengan indeks perceraian yang semakin meningkat setiap tahunnya kita bisa melihat bukti dari jatuhnya moral manusia yaitu menjadi tidak setia. Dalam era yang modern, lewat lagu, film dan kejadian sehari-hari, kita kerap kali menemukan berbagai bentuk ketidaksetiaan sebagai sesuatu yang manusiawi dan lumrah sehingga tidak heran jika semakin hari semakin sulit untuk menemukan sosok manusia yang bisa setia terhadap pasangan dan tentunya pada Tuhan.

Mencari orang yang baik mungkin mudah, tapi mencari orang yang setia sama halnya dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Salomo berkata, “Banyak orang yang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6).

Hendaklah kita mulai setia dari perkara-perkara kecil. Ketika Tuhan mempercayakan sesuatu kepada kita, kita harus melakukannya dengan benar dan setia. Tuhan menghargai orang yang jujur dan setia kepada Tuhan dan pasangannya dan berkat yang melimpah akan turun di atasnya. Sebaliknya, Tuhan membenci orang yang tidak setia dan pintu berkat pasti akan terutup baginya. Setia dalam perkara kecil merupakan awal dari hadirnya perkara besar.

Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.

Amsal 12:22

Tags: , , ,

You might also likeclose