Semakin Merendahkan Diri, Semakin Ditinggikan

Merendahkan Diri

Merendahkan Diri

Yesus memberi perumpamaan tentang dua orang yang pergi ke Bait Allah untuk berdoa. Yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya dengan membanggakan dirinya, membanggakan ibadah dan persembahannya, dan juga merendahkan si pemungut cukai. Sedangkan si pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Dan Yesus mengatakan bahwa orang itu pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah.

Merendahkan diri bukanlah rendah diri. Merendahkan diri berarti membiarkan diri kita berada di tempat yang lebih rendah dari orang lain, kita terbuka dengan kekurangan diri kita dan tidak memandang kekurangan orang lain. Merendahkan diri berarti bergantung penuh pada kekuatan Tuhan. Yesus juga merendahkan diri-Nya dan menjadi sama dengan kita manusia, namun kemudian Allah meninggikan-Nya.

Bagaimana keadaan kita hari ini? Apakah kita sedang mengalami perlakuan kurang menyenangkan? Apakah kita dihina, diremehkan, dan direndahkan? Kita dianggap tidak lebih baik dibanding orang lain, tidak kompeten, tidak lebih suci dibanding orang lain? Bergantunglah hanya pada Allah, sehingga hidup kita berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Allah menghendaki kita untuk merendahkan diri dihadapan-Nya, agar Ia membentuk kita menjadi semakin berharga. Merendahkan diri adalah suatu proses di mana kita akan ditinggikan. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Matius 23:12

Bagikan Artikel:

Tags: , , ,


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
youtube
Jesus
You might also likeclose