Sederhana dalam Berkata-kata

Benar kata pepatah bahwa lidah tak bertulang. Tak heran bila lidah bebas mengeluarkan kata-kata. Tentunya dalam berkata-kita kita mempunyai sasaran dan tujuan. Apakah kata-kata itu kita sasarkan pada anak-anak, orang tua, teman, rekan kerja, pimpinan atau yang lainnya? Lalu apa tujuan kita berkata-kata kepada mereka? Untuk mendidik, mendukung, menjatuhkan,  berbohong, atau bahkan menyombongkan diri?

Kata-kata selalu membawa dampak baik bagi pendengar atau bagi yang memperkatakannya. Selama kita memperkatakan hal-hal yang positif, maka akan menjadi berkat bagi orang lain. Dan tanpa kita sadari, berkat itu akan kembali kepada kita. Namun saat kita memperkatakan yang buruk, selain menyakiti juga bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Sederhanalah dalam berkata-kata, jangan melebih-lebihkan yang tidak ada, jangan pula mengurangi apa yang sudah ada. Cobalah untuk lebih banyak bertindak. Sebab seseorang dinilai tidak hanya dari perkataan, namun dari apa yang telah dilakukannya.

Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.

Amsal 12:19

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose