Seberapa Besar Imanmu Kepada Tuhan?

Seorang petani menaburkan banyak penih di ladangnya. Benih-benih itu mulai betunas, bertumbuh dan menghasilkan buah yang banyak pula. Bila petani itu hanya menabur satu benih, maka hasil yang didapatkan tentu tidak melimpah.

Begitu pula dengan mujizat. Mujizat adalah buah dari iman. Seberapa besar iman kita kepada Tuhan, sebesar itulah mujizat yang akan kita terima. Dan semakin kita meragukan kuasa Tuhan, maka semakin jauh pula keajaiban terjadi dalam hidup kita.

Benih tumbuh dengan melewati berkali-kali pergantian musim. Iman pun demikian. Tidak cukup dengan memiliki iman, lantas kita berdiam diri di dalam rumah dan menunggu keajaiban. Iman harus dikerjakan. Iman harus mampu bertahan di dalam percobaan. Dengan iman maka kita mampu menepis kemustahilan dan kemustahilan tidak akan mampu menyentuh kita sebab di dalam Tuhan segala sesuatu adalah mungkin.

Tuhan Yesus tidak untuk diragukan, namun percayalah pada-Nya dengan sepenuh hati. Tuhan Yesus tidak untuk diabaikan, sebab Dia adalah sumber segala berkat.

Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Lukas 17:6

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose