Satu Talenta

Satu Talenta

Satu Talenta

Tentu tidak asing bagi para penggemar sepak bola ketika mereka mendengar nama Christiano Ronaldo dan Lionel Messi. Dua pemain sepak bola ini sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam bermain bola. Keduanya memiliki berbagai skill dan keterampilan di atas rata-rata, seperti misalnya kecepatan lari, tendangan jarak jauh, dan kemampuan mengecoh serta menghadang lawan. Sehingga tak heran jika sederet penghargaan dan gelar telah mereka terima, baik itu secara individu maupun dalam tim.

Namun demikian, sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang bisa dibilang  unik yang sarat dengan seni. Sehingga tidaklah mengherankan jika ada saja hal menarik untuk diperbincangkan. Sebagai contoh, bila pada umumnya seorang pemain sepak bola memiliki skill yang baik dalam menendang bola atau menyundul bola, maka ada satu pemain bola yang justru memiliki kemampuan melempar bola. Dialah Rory Delap. Delap dikenal memiliki julukan sebagai maestro lemparan ke dalam. Keahliannya dalam menendang atau berlari mungkin tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Christiano Ronaldo dan Lionel Messi. Tetapi, jika Delap sudah melemparkan bola, hampir dipastikan akan berbuah gol. Keterampilannya dalam melempar bola memang tidak main-main. Delap mampu melempar bola sejauh 40 meter. Delap memang tidak sempurna. Dia pun hanya memiliki satu skill. Tetapi hanya dengan satu skill tersebut dia berkali-kali menolong timnya memenangkan pertandingan.

Sadarkah kita, dalam dunia kekristenan dan pelayanan Tuhan Yesus tidak mencari orang yang sempurna. Hal ini terbukti ketika Tuhan Yesus memilih murid-murid-Nya. Justru, Tuhan Yesus memilih murid-Nya dari orang-orang yang tidak berpendidikan. Tetapi Tuhan Yesus pergi ke danau dan menjumpai penjala ikan (Matius 4:19).

Hal lain yang dapat kita pelajari dari alkitab adalah dari perumpamaan tentang talenta. Pelajaran yang dapat kita ambil dari perumpamaan tersebut adalah keberhasilan seseorang dalam hidup tidak ditentukan dari jumlah talenta yang dimiliki. Tetapi  kesetiaan dan kapasitas kita.

Contoh lain adalah kisah raja Daud. Daud tidak berasal keturunan bangsawan. Keahliannya pun hanyalah menggembalakan domba. Skill yang dia miliki pun hanyalah keterampilan menggunakan umban dan batu. Tetapi dari keterampilannya inilah Tuhan memperlengkapi Daud dan membawanya mendapatkan takhta.

Setiap orang memanglah tidak sempurna, tetapi setiap orang memiliki minimal satu keterampilan yang bisa digunakan untuk memberkati orang lain. Tidak perlu berkecil hati jika kemampuan kita terlihat “aneh” bagi orang lain. Hal yang paling penting adalah ketekunan dan kemauan hati kita untuk setia dan kerelaan hati untuk menjadi alat Tuhan.

Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Lukas 16:10

Tags: , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

You might also likeclose