Sabar Itu Buahnya Lebih Manis dari Madu

Jane merasa lelah. Ia tak mendapat kebebasan dan kebahagiaan seperti anak-anak lain. Jane ingin bermain boneka atau mengelilingi taman dengan kedua orang tuanya. Tapi Jane hanya bisa berangan-angan. Bibi Jane memperlakukannya seperti pembantu. Ia harus melakukan banyak pekerjaan rumah, bahkan berhenti sekolah.

Setiap malam Jane menangis tersedu. Meminta Tuhan agar mengambil nyawanya. Jane merasa tidak sanggup bertahan. Kala Jane tertidur, Tuhan datang melalui mimpinya. Tuhan meminta Jane untuk menanam kesabaran dalam hati setiap hari. Awalnya Jane tak mengerti, namun ia mencoba untuk melakukannya.

Semakin Jane merasa terluka, semakin Jane belajar mengasihi. Semakin Jane kecewa, semakin mengampuni. Dari sifat Jane, Bibinya diubahkan. Kesabaran yang Jane miliki mampu meruntuhkan tembok kejahatan di hati Bibinya. Dan kini Jane dapat menikmati hidup seperti apa yang ia impikan.

Hidup seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada banyak persoalan yang terkadang membuat kita berputus asa. Begitu juga dengan orang-orang yang kita temui yang seringkali mengecewakan. Tapi Tuhan selalu menyuruh kita untuk bersabar.

Kesabaran itu seringkali terasa lebih pahit dari empedu, namun buahnya akan lebih manis dari madu. Dalam hati yang sabar, Tuhan sediakan berkat. Dalam hidup yang penuh pengampunan, Tuhan selalu bukakan jalan keluar.

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Amsal 16:32

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose