Ranting-ranting yang Berduri

Seekor burung diletakkan pada sarang yang penuh ranting duri di atas pohon oleh tuannya. Burung itu sempat ingin terbang meninggalkan sarangnya, namun karena kesetiaan pada tuannya, burung itu tetap berdiam dalam sarang. Burung itu harus menahan sakit pada kakinya ketika tidak sengaja menginjak duri.

“Kau tetaplah di sini, sementara aku keluar kota. Sarang ini adalah tempat terbaik untukmu,” ucap tuannya.

Si burung sempat berpikir, “Tempat terbaik dengan duri di setiap inchinya? Ini sama dengan menyiksaku.”

Hari-hari berikutya, si burung melewatinya dengan bersungut-sungut. Namun pada satu hari datanglah hujan badai. Banjir besar melanda, menyapu ladang serta rumah-rumah kayu termasuk milik tuannya. Hempasan angin membuat tubuh burung terbang tak tentu arah, namun ia tetap terjebak dalam sarang duri yang membuat tubuhnya terluka.

Si tuan kembali dan didtai ternaknya mati. Tanaman di ladang rata dengan tanah. Namun ia sangat bahagia ketika melihat burung yang ia letakkan dalam sarang masih bertahan hidup.

“Bersyukurlah atas lukamu, sebab ranting-ranting duri inilah yang menahanmu agar tidak terbawa badai. Dan pohon yang kokoh inilah yang mempertahankan sarangmu,” kata tuannya.

Si burung medapatkan perawatan lalu mengalami kesembuhan. Tuan membawa burung itu pergi ke kota lain dan menetap di sana tanpa ada bencana.

Terkadang kita begitu sulit menerima maksud baik Tuhan dalam kehidupan kita. Mungkin kita merasa bahwa kita diletakkan pada tempat yang tidak tepat. Semua situasi dan kondisi seperti duri yang setiap saat melukai hati kita.

Itulah proses. Kita dilatih untuk bisa lebih bersabar, lebih mengasihi, lebih mengampuni, lebih bersyukur dan lebih kuat ketika badai yang lebih besar menghantam hidup kita. Sampai pada akhirnya Tuhan mendapati iman kita tak tergoyahkan. Tuhan mendapati kita tetap setia pada janji-janji-Nya. Hingaa pada saatnya nanti Tuhan membalut luka kita dan membawa kita pada kemuliaan-Nya.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Yesaya 55:8-9

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose