Pernikahan yang Sejati

Pernikahan yang Sejati

Pernikahan yang Sejati

Mengapa beberapa orang Kristen sangat mudah untuk mengucapkan kata cerai? Bukankah pemberkatan nikah adalah hal yang sakral dan sah di hadapan Tuhan dan manusia? Ingatlah baik-baik dan camkanlah, bahwasanya apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Markus 10:9).

Tantangan dan badai dalam pernikahan itu memang ada. Berselisih paham, perbedaan pendapat itu hal yang manusiawi serta sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Tuhan mengijinkan ujian datang dalam pernikahan, sejatinya Tuhan sedang membawa ke tingkat yang lebih tinggi untuk menerima berkat-berkat rohani maupun jasmani yang berasal dari Tuhan, tentunya di saat kita berhasil melewatinya.

Pada saat masalah datang, janganlah terburu-buru mengambil keputusan. Bersabarlah seta belajarlah untuk menyerahkan masalah tersebut kepada Tuhan, sebab Dialah pempimpin dalam hidup pernikahan kita.

Apabila kesusahan datang, tetaplah menaikkan pujian dan syukur kepada Tuhan yang adalah kepala dalam pernikahan kita. Hidup pernikahan haruslah dinikmati bukan disesali. Pernikahan Kristen bukanlah pernikahan yang mudah diceraikan oleh masalah. Pernikahan yang didasari kasih Allah, akan mampu bertahan sampai maut yang memisahkan. Pernikahan adalah karunia Tuhan yang tidak boleh disia-siakan. Saling menerima kekurangan satu dengan yang lainnya, juga saling melengkapi adalah kunci untuk membina hubungan yang baik.

Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.

Pengkhotbah 9:9

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose