Pengampunan yang Tak Terbatas

Pengampunan

Pengampunan

Pada tahun 1993, seorang ibu bernama Mary Johnson mendapat sebuah kabar bahwa anak tunggalnya dibunuh oleh seseorang yang bernama Oshea Israel. Oshea akhirnya dihukum penjara selama 15 tahun, namun semua itu tidak meredakan kepahitan yang dirasakan Mary. Hatinya penuh dendam dan kebencian, ia sangat marah akan kenyataan pahit yang ia terima. Sampai suatu hari tersentuh oleh sebuah puisi Kristen tentang percakapan antara ibu yang anak nya dibunuh dan ibu dari sang pembunuh. Akhirnya Mary menyadari bahwa sudah saatnya ia mengampuni Oshea, ia menemui Oshea di penjara, mereka bercakap-cakap dan saling memeluk. Bahkan setelah Oshea dibebaskan dari penjara, Mary menawarkan Oshea untuk tinggal di sebelah rumahnya. Kini mereka sering makan bersama dan hubungan mereka menjadi sangat dekat seperti ibu dan anak.

Pasti sangat berat rasanya untuk mengampuni bahkan menerima seseorang yang sudah menghancurkan hidup kita dan menorehkan catatan kelam dalam hidup kita. Mungkin kita berpikir mereka pantas terpuruk dan mendapat hukuman atas apa yang telah mereka perbuat. Kita sering menyimpan sendiri kesedihan, amarah, dan kepahitan terlalu lama. Namun semakin kita menumpuk kepahitan di dalam hati, bukan sukacita yang akan kita terima melainkan kepahitan pula. Hari-hari kita akan kembali cerah ketika kita bersedia melepaskan beban dan dendam, sehingga berkat dan kasih Allah yang turun tidak terhalang oleh semua itu.

Untuk menjadi pengikut Kristus kita diajak untuk mampu mengampuni kesalahan orang lain bahkan kesalahan fatal yang tidak dapat dimaafkan sekalipun, sebab Allah telah lebih dulu mengampuni kesalahan kita yang tidak termaafkan. Pengampunan yang tak terbatas telah lebih dahulu diberikan Allah kepada kita. Datanglah kepada-Nya memohon kekuatan untuk dapat mengampuni, bukalah hati dan hidup kita untuk diubah dan disembuhkan. Allah adalah sumber sukacita dan kekuatan yang kita butuhkan. Melalui kekuatan dari Allah kita pun akan sanggup memberi pengampunan yang tak terbatas kepada orang lain.

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Imamat 19:18

Bagikan Artikel:

Tags: , , ,


youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose