Pendamping yang Sepadan

Pendamping yang Sepadan

Pendamping yang Sepadan

Saat di taman Eden, Allah melihat bahwa tidak baik jika manusia seorang diri saja, maka Allah memberikan Adam seorang penolong yang sepadan baginya yaitu Hawa. Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam, yang menunjukkan bahwa Hawa adalah bagian dari dia yang harus dikasihi seperti dirinya sendiri. Perempuan tidak diambil dari kepala sehingga dapat memerintah laki-laki, tidak juga dari kaki sehingga direndahkan oleh laki-laki, tetapi diambil dari tulang rusuk sehingga dapat dilindungi dan dijaga dekat di hati.

Menjadi ataupun mencari pendamping yang benar-benar sepadan bisa mudah bagi sebagian orang dan bisa juga sulit bagi sebagian yang lain. Pasangan yang sepadan itu seperti sepasang sepatu. Mereka berjalan saling beriringan, tidak ada yang mendahului dan tidak ada yang ditinggalkan sendiri. Saling melengkapi, karena hanya akan merasa lengkap jika bersama-sama. Dan memiliki tujuan dan arah yang sama untuk dijalani, saling menyesuaikan langkah agar tetap bersama.

Pendamping yang sepadan menjadikan kasih sebagai pengikat hubungan. Bersedia menjadi penolong dan teman untuk bersama-sama menjalani kehidupan. Yang tidak kalah penting yaitu harus saling membangun di dalam Tuhan agar hidup menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Seperti yang tertulis dalam 2 Korintus 6:14, “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” Datanglah pada Tuhan agar Ia mempersiapkan hidup kita untuk mendampingi seseorang yang sepadan menurut kehendak-Nya.

TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Kejadian 2:18

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose