Penantian yang Berbuah Manis

Penantian Berbuah Manis

Penantian Berbuah Manis

Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun, Tuhan mengadakan perjanjian dengannya dan akan membuat keturunannya sangat banyak. Walau usia Abraham dan Sara sudah tidak memungkinkan untuk punya anak, namun Tuhan berjanji akan memberikan mereka seorang anak laki-laki. Dan penantian panjang mereka berbuah manis, anak yang dijanjikan Tuhan hadir ketika Abraham telah berumur seratus tahun.

Bersabar dalam penantian bukanlah hal yang mudah dilakukan. Semakin sulit keadaan yang datang maka kesabaran kita seringkali akan semakin tipis. Kita tidak tahu kapan penantian itu akan berakhir, yang kita tahu penantian dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang manis. Dalam Ibrani 6:15 dikatakan, “Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.” Tetaplah setia dalam berusaha dan berdoa, karena siapa pun yang mengandalkan Tuhan tidak akan mendapat kecewa.

Pemazmur dalam Mazmur 25:20-21 juga menunjukkan kerinduan mendalamnya akan pertolongan Tuhan, “Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu. Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.” Penantian kita di dalam Tuhan tidak akan sia-sia, karena suatu hari nanti akan berbuah manis. Kuasailah diri kita dari berbagai-bagai pencobaan, berdirilah di atas dasar iman yang kuat, dan berdoalah dalam penyerahan penuh. Maka dengan yakin kita dapat berkata, ya Tuhan aku percaya bahwa semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu.

Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.

Mazmur 25:3

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose