Featured News Posts

Artikel Terbaru

Menguji Iman

Ketika bermain layang-layang, Ben, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun terpeleset. Ben hanya berpegang pada sebuah batang pohon tua dan jika melepaskannya begitu saja maka akan terjatuh ke dalam jurang. Di bawah sana, di sisi tebing yang sama, ada seorang pria yang berteriak ke arah Ben, “Melompatlah!” Ben sangat ketakutan dan tetap berpegang pada batang […]

Continue Reading →

Upgrade Iman

Saya mempunyai seorang teman yang kebetulan seiman, memiliki hobi bermain game melalui ponsel. Setiap kali ada aplikasi terbaru, maka teman saya itu akan selalu upgrade agar tidak dikatai gaptek. Ketika bangun tidur, maka yang ia cari adalah ponselnya, hingga nanti menjelang ia tidur kembali pun akan melakukan hal yang sama. Ia begitu cepat ketika diminta […]

Continue Reading →

Bermain Ayunan

Keponakan saya ingin sekali bermain ayunan. Ketika sudah saya antar ke arena bermain, keponakan saya takut untuk menaikinya. Ia tidak ingin terjatuh. Saya katakan kepadanya bahwa saya akan selalu menjaganya dan dia harus berani untuk mewujudkan keinginannya bermain ayunan. Kita mungkin mempunyai banyak mimpi tapi kita terlalu takut unruk meraihnya. Kita seringkali terhalang oleh keragu-raguan […]

Continue Reading →

Pengampunan Tak Ternilai

Seorang anak baru saja didapati menjual aset ayahnya. Setelah menghabiskan seluruh uangnya, anak itu ditinggalkan oleh teman-temannya. Ia kemudian menjadi sadar bahwa uang tidak mampu membeli kasih dari teman-temannya. Dengan segala penyesalannya, ia kembali menemui ayahnya untuk meminta maaf. Ia sudah bersiap jika nanti diusir oleh ayahnya dan bahkan dimasukkan ke dalam penjara. Betapa terkejutnya […]

Continue Reading →

Belum Matang

Malam itu ibu memasak mie goreng. Ibu menyajikannya bersama telor rebus dan nasi putih. Adik melihat ayah memakannya dengan lahap, padahal semua masakan ibu belum matang sempurna. Mienya masih sedikit keras, nasinya sebagian masih terasa beras dan telornya belum padat. Adik mendekati ayah dan berbisik, “Ayah, apa masakan ibu malam ini enak? Ini belum matang […]

Continue Reading →

Segarkan Hati dengan Memuji Tuhan

Pekerjaan yang menumpuk, belum lagi harus melembur kadangkala membuat hati dan pikiran kita menjadi lelah. Rasa lelah itu pula yang membuat kita menjadi sensitif dan mudah marah kepada orang lain. Saya pun pernah merasakan kelelahan yang seperti itu di mana saya harus pulang larut malam karena beberapa pekerjaan yang harus selesai hari itu juga. Setiap […]

Continue Reading →

Kemarilah, Ikutlah Aku

Adik saya pernah diajak oleh seseorang yang tidak ia kenal. Karena sebelumnya pernah dinasihati oleh ibu, maka adik tidak pergi mengikuti orang yang tidak dikenalnya itu. Berbeda halnya ketika adik dipanggil untuk mengikut kemana ayah pergi, tanpa ragu-ragu adik akan mengikutinya. Seseorang yang sudah dikenal baik oleh adik, tidak akan membuat hatinya ragu untuk turut […]

Continue Reading →

Melihat Tuhan dalam Kesesakan

Saat badai salju tiba, ada seorang nenek yang terjebak dan jauh dari perkampungan. Kaki-kai nenek itu mulai susah digerakkan karena dinginnya salju. Sempat nenek itu berpikir bahwa badai salju yang hebat ini akan mengakhiri hidupnya. Kemudian nenek itu menjadi sadar akan sesuatu, selama ia masih bisa bernapas, itu artinya bahwa Tuhan ada bersama-sama dengan dia. […]

Continue Reading →

Kesepian Bukan Alasan

Banyak sekali “kesepian” kerap dijadikan senjata seseorang untuk berselingkuh. Mereka mengatakan bahwa saat bekerja dan harus berjauhan dengan keluarga, mereka akan merasa sangat kesepian dan butuh seorang “teman”. Iblis kerap menggunakan ruang “sepi” itu sebagai tempat permainannya. Iblis mulai mendukung dan membuat kita semakin terjatuh dalam dosa perzinahan. Seseorang yang berselingkuh biasanya tidak mau memberikan […]

Continue Reading →

Hancur Seribu Keping

Jika ada yang mengatakan bahwa sakit hati itu sangat mudah untuk disembuhkan itu bohong. Tidak akan pernah ada alasan yang positif selama tujuan kita adalah untuk menyakiti hati orang lain dan membuatnya terluka. Tuhan menciptakan “hati” itu dengan sempurna, saat kita menggoresnya sedikit saja, itu sama halnya kita telah membuatnya “cacat”. Seperti halnya sebuah ilustrasi, […]

Continue Reading →
You might also likeclose