Move On

Move On

Move On

Malam itu, Melanie Borstad berselisih keras dengan ayahnya. Ibunya berusaha untuk memintanya mengalah, karena ia tidak ingin perselisihan itu mengganggu kesehatan ayahnya yang didiagnosa mengalami penyumbatan jantung. Melanie yang marah justru menghambur keluar dan berteriak, “Aku tidak peduli! Aku harap ayah mati saja!” Esok harinya ayahnya meninggal. Meski keluarga tahu itu bukan karena pertengkaran sebelumnya, Melanie yang merasa bersalah akhirnya jatuh bangun akibat luka di hatinya.

Selama dua tahun ibunya mengirimnya ke penyuluh-penyuluh profesional, agar ia bisa “pulih” secara emosi. Tapi hari itu, di ulang tahunnya yang ke-18, ibunya datang kepadanya dan berkata, “Apapun kesalahanmu, ibu pernah melakukannya sebelumnya. Tapi tidak ada kesalahanmu yang perlu ibu maafkan sekarang.” Melanie yang tidak dapat menahan air matanya memeluk ibunya serta berterima kasih kepadanya karena telah memaafkan kesalahan-kesalahannya.

Memaafkan diri sendiri adalah satu tahap yang cukup penting dalam hidup. Berani mengakui dosa kita kepada Allah atau kesalahan kita kepada sesama adalah penting, tetapi jika kita tidak bisa memaafkan diri sendiri setelah melakukannya, kita tidak akan bisa move on. Kalau orang tua kita bisa memaafkan kita, apalagi Bapa kita yang di sorga. Pengampunan-Nya sempurna dan Ia pasti ingin supaya pengampunan-Nya memberi kita kekuatan untuk move on, untuk kembali bangkit dan berjuang lagi, tidak terikat oleh belenggu apapun di masa lalu, oleh dakwaan-dakwaan Iblis yang bermaksud menjatuhkan kita, termasuk rasa bersalah.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

1 Yohanes 1:9

Bagikan Artikel:

Tags: ,


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
youtube
Jesus
You might also likeclose