Menyakiti atau Menyayangi?

Menyakiti atau Menyayangi

Menyakiti atau Menyayangi

Ketika kebanyakan orag dilempari sebuah pertanyaan “ingin disakiti atau disayangi?”, maka mereka akan menjawab ingin disayangi. Alasan mereka adalah “disakiti” itu akan membuat hidup (terutama) hati menjadi tidak nyaman. Disakiti mampu menciptakan kekecewaan, kemarahan bahkan dendam. Oleh sebab itu mereka ingin selalu disayangi.

Pertanyaannya adalah, apakah seseorang di dunia ini hanya mau menerima kebaikan saja termasuk rasa sayang itu? Apakah kita semua hanya menunggu kedatangan orang lain untuk berbuat baik kepada kita? Tidak! Kita sebagai anak-anak Tuhan tidak diperintahkan untuk menunggu, namun berbuat. Kita harus mampu melakukan kebaikan itu sendiri kepada orang lain.

Untuk bisa berbuat baik kepada orang lain, maka kita harus bisa mengalahkan ego diri sendiri. Kita tidak akan mampu melayani orang lain jika kita tidak bisa menerima mereka dalam hati kita. Kasih itu terkadang harus mampu menanggung sakit hati yang mungkin telah orang lain lakukan dalam hidup kita. Dan kasih itu sendiri tidak menuntut balas.

Jika kita ingin mendapatkan banyak kasih dan kebaikan dari orang-orang yang berada di sekitar kita, maka kita harus terlebih dahulu melakukan kebaikan serta mengasihi mereka. Kita tidak bisa menuai dari apa yang tidak kita tanam, maka kita harus menanam yang baik dan Tuhan akan melipatgandakan kebaikan-Nya untuk kita.

Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Yohanes 15:12

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose