Menikmati Hidup

Menikmati Hidup

Menikmati Hidup

Sekelompok alumni sedang melakukan kunjungan ke rumah profesor favorit mereka. Saat asyik bercerita, pembicaraan mereka berubah menjadi keluhan dan stres pada kehidupan dan pekerjaan. Kemudian profesor menghidangkan coklat panas di teko yang besar dan berbagai macam cangkir seperti kristal, porselen, gelas, dan plastik. Ia mengatakan kepada mereka untuk memilih sendiri cangkirnya dan mengambil coklat panasnya. Setelah mereka semua memegang secangkir coklat panas, profesor berkata, “Perhatikan, semua cangkir yang bagus dan mahal telah diambil. Yang tersisa, hanyalah cangkir yang biasa dan murah. Itulah sumber dari masalah dan stres kalian.”

Coklat panas menunjukkan kebahagiaan dalam hidup yang diberikan Tuhan kepada kita dan cangkir adalah standar yang kita bentuk sendiri baik melalui penampilan, pekerjaan, kedudukan, dan semua hal yang mempengaruhi kehidupan. Sebagian dari cangkir itu bagus dan berharga mahal dan sebagian lagi bentuknya biasa saja dan harganya murah. Memang normal bagi kita untuk menginginkan yang terbaik. Namun kurang bijak rasanya jika kita harus mengorbankan kebahagiaan untuk mengejar standar yang tinggi.

Seringkali kita terlalu sibuk memilih cangkir yang paling bagus, kita terlalu berambisi membandingkan yang paling mahal sampai kita lupa menikmati coklat panas yang kita punya. Padahal tidak ada jaminan bahwa yang memiliki cangkir lebih bagus akan merasa lebih bahagia. Orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki semua yang terbaik. Namun mereka mampu bersyukur dan berbuat yang terbaik dari apa yang mereka miliki. Jangan biarkan bentuk dan jenis cangkir yang kita miliki mempengaruhi nikmatnya coklat panas yang diberikan Tuhan. Berhenti mengeluh, tetaplah bersyukur, dan selamat menikmati coklat panas masing-masing.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Mazmur 107:1

Tags: , , ,

You might also likeclose