Mengasihi Meski Terluka

Meski Terluka

Meski Terluka

Mengasihi adalah sesuatu yang mudah dilakukan saat kita merasa nyaman dan menerima hal-hal yang menyenangkan. Namun menjadi sesuatu yang sulit dilakukan saat kita sedang terluka atau mengalami penderitaan. Rasa sakit yang kita terima seringkali menghalangi kasih yang ingin kita berikan. Namun jika dilakukan dengan kesungguhan dan ketulusan, kita tetap dapat mengasihi dan menghilangkan segala dendam dan kebencian. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (Mat. 5:46).

Allah telah lebih dahulu mengasihi kita saat kita penuh dosa dan kesalahan. Kasih Allah tidak berkurang hari demi hari meskipun Ia tersakiti atas perbuatan kita yang seringkali bertentangan dengan kehendak-Nya. Allah senantiasa merindukan kita kembali pada-Nya untuk menikmati kasih-Nya dan meninggalkan dosa dan kesalahan yang menjadi penghalang. Jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka kita juga haruslah saling mengasihi meskipun sedang terluka.

Mengasihi meski terluka bukanlah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Terlepas dari apa yang sudah kita terima dari orang lain, hal baik ataupun kurang baik, kita dapat mengasihi mereka dengan tulus. Mintalah pada Allah untuk mengisi hati kita dengan kasih yang tak berkesudahan seperti kasih Allah dalam hidup kita. Kasih karunia yang telah kita terima dari Allah, itulah yang akan memampukan kita untuk mengasihi dan mengampuni orang lain saat kita terluka.

Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita

2 Petrus 1:2

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose