Mengangkat Bukan Menjatuhkan

Bukan Menjatuhkan

Bukan Menjatuhkan

Bagaimana sikap kita saat menegur kesalahan orang lain atau saat sedang memperjuangkan hal yang benar? Sudahkah kita seperti Yesus yang menasehati orang-orang berdosa dengan penuh kasih dan pengampunan? Berkata-kata dengan tujuan baik harus dilakukan dengan sikap yang baik pula agar informasi, saran, dan ide yang kita sampaikan bukan hanya dapat diterima orang lain tetapi juga dapat mengubah mereka ke arah yang lebih baik. Saat kita membuka mulut untuk berbicara, pastikan bahwa yang kita katakan bukan sesuatu yang dapat menyakiti hati orang lain dan tidak membuat mereka semakin terpuruk.

Menegur kesalahan adalah hal yang baik, namun akan menjadi lebih baik kalau kita menegur dengan kasih, tanpa meninggikan suara, tanpa dikuasai emosi, dan tanpa merendahkan orang lain. Perlakukanlah mereka dengan hormat dan dengan cinta kasih, supaya mereka beroleh kasih karunia Allah yang akan mengubah mereka menjadi lebih baik. Jangan biarkan hidup mereka menjadi semakin terpuruk karena perkataan dan perlakuan yang kurang berhikmat. Karena Tuhan memberkati hidup kita untuk mendatangkan kesembuhan, semangat, dan sukacita bagi kehidupan orang lain.

Segala kelebihan dan kemampuan hendaknya kita pakai untuk mengangkat orang lain ke posisi yang lebih baik, bukan menjatuhkan mereka untuk membanggakan diri. Pakailah ucapan dan perbuatan kita untuk membangun dan menguatkan orang lain sehingga mereka boleh merasakan anugerah Allah turun atas mereka. Dan dengan demikian kita dapat menjadi saksi Allah dimanapun kita berada. Datanglah kepada Allah dengan penuh kerendahan hati agar Ia membimbing kita untuk mengucapkan kata-kata yang penuh hikmat  dan tepat waktu, serta mampu mempertimbangkan segala perkara dengan baik dan benar.

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

1 Tesalonika 5:14

Tags: , , ,

You might also likeclose