Mengampuni dan Melupakan

Mengampuni dan Melupakan

Mengampuni dan Melupakan

Pernahkah Anda dijahati orang? Kalau ada kesempatan, apa yang akan Anda lakukan kepada orang itu? Yusuf yang masih muda pernah mengalaminya. Bukan dari orang lain, ia justru mendapat perlakuan buruk dari saudara-saudaranya sendiri. Ia dibuang ke dalam sumur, dijual untuk jadi budak, hingga ia harus mengalami rangkaian pengalaman pahit lainnya. Terbayang betapa Yusuf mungkin sangat sakit hati kepada mereka. Untungnya, dia tidak membalas kejahatan kakak-kakaknya itu dengan kejahatan. Dia tidak membalas dendam ataupun berbuat yang tidak baik kepada mereka.

Seseorang pernah mengatakan bahwa orang yang ingin balas dendam umumnya mendapatkan apa yang mereka harapkan. Tapi setelah itu apa? Sebuah suku di Afrika memiliki sebuah ritual “penenggelaman.” Seorang penjahat akan diikat tangan dan kakinya, dan kemudian ditenggelamkan ke sebuah sungai. Korban atau keluarga korban bisa saja membiarkan penjahat itu mati tenggelam, tapi mereka akan berduka seumur hidup mereka. Sebaliknya, jika mereka memilih untuk menyelamatkan penjahat itu, mereka menghapus duka dan kesedihan serta roh anggota keluarganya itu pergi dengan damai, dan itu artinya mereka sendiri juga bisa hidup dengan damai.

Alkitab mengajar kita untuk mengampuni, untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, untuk menyediakan hidangan bagi orang yang membanci kita, untuk menaruh bara di atas kepala mereka. Inilah kehendak Yesus. Inilah kehendak Allah. Sebagaimana Ia telah mengampuni dan melupakan kesalahan kita, Ia juga ingin kita melakukan hal yang sama. Ia ingin kita juga mengampuni dan melupakan.

Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Roma 12:20-21

Bagikan Artikel:

Tags: ,


youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose