Mendinginkan Hati, Redakan Emosi

Mendinginkan Hati

Mendinginkan Hati

Meme baru pulang dari sekolah dengan berjalan kaki. Ia langsung menuju dapur, mengambil gelas dan menuang air minum. Ketika bibirnya menyentuh ujung gelas, Meme merasakan panas. Rupanya Ibu baru saja memasak air. Meme kemudian meletakkan gelas tersebut dan medinginkannya, atau lidahnya akan melepuh.

Emosi diibaratkan dengan air panas yang mampu melukai siapa saja. Orang yang terlalu emosi bisa mengeluarkan kata-kata kasar atau bahkan melakukan tidak kekerasan. Untuk memenuhi kepuasan hati, seorang yang emosi tidak akan lagi mempedulikan orang lain.

Kita tidak mau dilukai baik secara fisik ataupun perasaan. Oleh sebab itu ketika kita merasa emosi, kita harus bisa mendingkan hati terlebih dahulu. Mengalah bukan berarti kalah. Ada baiknya kita sedikit bicara daripada kata-kata kita menjadi duri untuk orang lain. Ada baiknya kita pergi daripada tubuh kita melakukan kekerasan kepada orang lain.

Mungkin kita akan semakin dihina oleh orang lain, namun Tuhan akan mengganti hinaan itu menjadi berkat. Janganlah karena dosa orang lain, kita ikut berdosa. Jangan karena emosi orang lain, kita ikut emosi. Ada saatnya diam itu mendatangkan berkat.

Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

Amsal 29:11

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose