Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

Mendengar Suara Tuhan

Banyak orang terbiasa mendengar tapi tidak mendengar. Artinya mereka mendengar hanya sepintas lalu saja, mendengar tapi tidak mengerti, atau bahkan mendengar tapi hanya untuk menyela pembicaraan. Padahal kegiatan mendengar dan menyimak sangatlah penting. Karena saat mendengar kita menyerap ilmu dan informasi, sedangkan saat berbicara kita membagikan ilmu dan informasi yang ada pada kita. Karena itu semakin banyak kita mendengar dengan bijak maka akan semakin banyak pula yang akan kita ketahui.

Antara sekadar melihat dan betul-betul mengamati memiliki perbedaan yang besar, begitu juga antara sekadar mendengar dan betul-betul menyimak. Mendengar firman Tuhan, mendengar curahan hati teman, mendengar saran dan pendapat dari orang lain, bahkan mendengar kritikan juga perlu. Dalam Amsal 13:10 dikatakan, “Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.”

Mendengar untuk mengerti berarti berani mengesampingkan ego dan mau menghargai orang lain. Kita diberikan dua telinga dan satu mulut untuk bisa mendengar lebih banyak daripada berbicara. Dengarkan dengan seksama lawan bicaramu dan jadilah bijak saat menanggapi. Bukalah telinga kita untuk bisa mendengar suara Tuhan setiap saat. Bukan hanya sekadar untuk mendengar, tapi juga mengerti kehendak Tuhan atas hidup kita.

Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan

Amsal 1:5

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose