Menanam yang Ingin Dituai

Menanam

Menanam

Apa yang kita tanam, itu pula yang akan kita tuai. Kalimat bijak tersebut sudah sering kita dengar dan masih efektif hingga saat ini. Saat kita sudah mengerti makna dalam kalimat tersebut tentu kita akan memilah bibit mana yang akan kita tanam agar hasil tuaian nanti tidak mengecewakan. Maka jika kita ingin menuai buah yang baik di dalam hidup, kita harus mulai menaburkan benih-benih kebaikan. Hal ini senada dengan yang tertulis dalam Alkitab yaitu agar kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.

Kita tidak bisa hanya mengharapkan keberhasilan dan kesuksesan datang begitu saja tanpa melakukan sesuatu apapun. Dalam 2 Korintus 9:6 dikatakan, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Jika kita ingin menuai kesuksesan, maka yang harus kita tanam adalah bibit kerja keras dan ketekunan. Jika kita ingin menuai hidup yang kekal, maka kita harus menabur dengan pimpinan Allah. Jangan buang-buang waktu menanam bibit yang tidak ingin kita tuai. Karena jika kita menanam keburukan, kebencian, dan kejahatan, maka hal itu pula yang kelak akan datang kepada kita.

Tuhan memberi kita kesempatan untuk menggarap tanah kehidupan kita dan menanaminya dengan benih-benih kebaikan. Kehidupan seperti apa yang kita inginkan nantinya, maka bibit-bibit itulah yang harus kita sebarkan hari ini. Tidak berhenti disitu tetapi juga harus dirawat dan ditunggu dengan sabar sampai waktu panen yang tepat yang ditentukan Tuhan. Perhatikanlah apa yang sudah kita tanam hari ini untuk dapat kita petik dimasa yang akan datang. Jika kita belum melakukan sesuatu apapun maka lakukanlah sebelum musim tanam berlalu. Hidup yang menabur kebaikan bagi sesama kelak akan menuai buah yang kekal.

Orang fasik membuat laba yang sia-sia, tetapi siapa menabur kebenaran, mendapat pahala yang tetap.

Amsal 11:18

Tags: , , ,

You might also likeclose