Memikul Salib

Memikul Salib

Memikul Salib

Ada tiga orang yang diberi tugas oleh Tuhan untuk memikul salib yang sama besar dan beratnya menuju sebuah bukit. Di tengah perjalanan, mereka menemukan gergaji dan orang pertama menggunakannya untuk memotong salib itu agar menjadi lebih pendek. Orang pertama akhirnya mendahului orang kedua dan ketiga karena salibnya jauh lebih ringan. Ia tiba di puncak bukit dan mendapati sebuah jurang yang memisahkan tempatnya berdiri dengan gerbang surga. Tidak ada jalan di sana, sehingga orang ketiga sangat kebingungan. Akhirnya orang kedua dan ketiga tiba di puncak dan setelah memperhatikan keadaan mereka memakai salib yang mereka bawa sebagai jalan untuk menyeberang. Namun orang pertama tidak dapat menyeberang karena salibnya sudah lebih pendek dari yang seharusnya.

Ilustrasi di atas mengingatkan kita akan tugas yang diberikan Allah yaitu memikul salib dengan setia. Mungkin kita merasa Allah dengan kejam membiarkan kita memikul salib dengan penderitaan yang tiada akhir. Sehingga perlahan-lahan kita mulai mengurangi dan meninggalkan potongan-potongan salib itu di belakang. Namun kelak salib itulah yang akan menyelamatkan kita. Salib itulah yang menyucikan kita dan menjadikan kita layak di hadapan-Nya. Itu adalah anugerah yang luar biasa, diberikan kepada kita secara gratis namun sangat berharga. Dan itulah yang diinginkan Allah untuk selalu kita bawa kemana pun kita pergi, memikul salib sebagai lambang kasih Allah.

Jalan yang disediakan Yesus bukanlah jalan menuju jurang dan kematian, melainkan menuju keselamatan yang kekal. Proses yang kadang menyakitkan, melelahkan, atau membosankan, semata-mata untuk membuat kita menjadi lebih sempurna. Beban yang kita pikul akan menjadi lebih ringan jika kita mau memikulnya bersama Allah, kekuatan dari-Nya akan memampukan kita untuk bertahan. Ikutlah perintah-Nya dan belajarlah dari firman-Nya, maka Ia akan memberikan kelegaan dan membawa kita pada keselamatan.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Matius 16:24

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose