Memelihara Bunga

Memelihara Bunga

Memelihara Bunga

Mei mempunyai kebun bunga, ia memiliki harapan agar bibit-bibit yang barus saja ia tanam dapat tumbuh dengan subur dan berbunga dengan cantik. Tidak lama kemudian, tumbuhlah tunas pada kebunnya. Setiap hari ia menyirami dan merawatnya.

Hari-hari berlalu, sebelum sempat berbunga, tanaman itu menjadi layu. Ada banyak benalu juga rumput liat yang mengelilinginya. Selain itu juga ada hama yang membuat tanaman menjadi sakit dan mati. Bagaimana Mei dapat menikmati mekarnya bunga jika merawatnya saja tidak mau?

Begitu juga dengan cinta. Cinta adalah benih yang ditanam pada setiap hati manusia yang saling mengasihi. Benih cinta itu kemudian bertunas dan bertumbuh. Jika cinta dipupuk dengan kepercayaan, kesetiaan, pengertian, juga kejujuran, maka akan berbunga hingga kepernikahan.

Berbeda halnya jika cinta selalu dihianati dan juga dibohongi, maka sama halnya membiarkan tanaman berduri membuat cinta itu mati. Maka peliharalah cinta itu dengan baik, sebab cinta adalah anugerah yang Tuhan berikan kepada setiap manusia untuk menjalin hubungan.

Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur!

Ayub 6:25a

Bagikan Artikel Ini :

Tags: ,

You might also likeclose