Membuka Kenangan Manis

Membuka Kenangan Manis

Membuka Kenangan Manis

Semalam saya membuka-buka album foto. Ada banyak foto yang saya lihat, mulai dari saya masih bayi hingga dewasa. Saya menemukan wajah-wajah yang tidak asing, dan wajah-wajah itu begitu lekat dalam ingatan saya. Ya, mereka adalah orang-orang terkasih.

Saya pun mulai mengingat setiap momen yang terekam pada kumpulan foto tersebut. Nyaris tidak ada kenangan pahit, yang saya rasakan adalah kebahagiaan. Meskipun kejadiannya sudah puluhan tahun yang lalu, namun kegembiraan kembali hadir saat melihatnya. Hal-hal baik memang tak akan pernah bisa dilupakan.

Di dalam album foto tersebut hanya mampu menampung beberapa momen bahagia. Album foto merupakan tempat penyimpanan yang terbatas, namun kenangan yang tersimpan dalam memori manusia tidak terbatas. Kenangan yang seperti apa yang ingin kita dan orang lain simpan?

Tentunya baik kita maupun orang lain ingin terus merekam saat-saat yang membahagiakan. Saat bahagia bukan hanya pada saat berlibur saja, namun juga pada keseharian kita. Contoh sederhananya adalah ketika kita bisa makan dan tertawa bersama sahabat atau hanya sekadar bertukar kisah.

Sebagai seorang Kristen, tentunya kita ingin menciptakan kenangan manis bagi orang lain, caranya adalah dengan hidup penuh kasih. Akan sangat sulit bagi kita ataupun orang lain untuk melupakan kebaikan. Kebaikan adalah bagian dari kasih dan hal itu bersifat abadi. Lalu, sudahkah kita menciptakan kenangan manis untuk orang lain?

Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Roma 12:21

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose