Memberi yang Terbaik

Memberi yang Terbaik

Memberi yang Terbaik

Kita pasti pernah membaca sebuah cerita tentang tukang kayu yang mengerjakan pekerjaan terakhirnya sebelum pensiun. Ia diharuskan membuat sebuah rumah yang terakhir. Namun ia mengerjakannya dengan terpaksa, asal-asalan dan dengan bahan-bahan seadanya, sehingga rumah yang dihasilkan tidak terlalu bagus. Namun akhirnya ia sangat terkejut dan menyesal karena ternyata rumah itu diberikan untuknya. Kalau sebelumnya ia mengetahui bahwa rumah yang dibangun akan menjadi miliknya, tentu ia akan mengerjakan dengan sungguh-sungguh.

Seperti itulah terkadang kehidupan yang kita jalani. Banyak kesempatan yang datang silih berganti pada kita, namun usaha yang kita berikan hanya seadanya. Mungkin karena kita jenuh, lelah, menganggap tidak penting atau karena tidak dapat melihat kesempatan yang lebih besar di balik semua itu, maka kita menyelesaikannya dengan asal-asalan. Jika sudah begini maka pada akhirnya kita akan menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu yang kita jalani dan kesempatan yang tidak akan datang dua kali.

Mari renungkan kesempatan apa yang diberikan Tuhan pada kita hari ini untuk kita kerjakan. Satu kesempatan akan menuntun kita pada kesempatan lain yang lebih besar. Hidup kita besok akan ditentukan oleh sikap dan pilihan yang kita tentukan hari ini. Dan semua kesempatan-kesempatan itu akan membangun hidup kita perlahan-lahan, maka berilah yang terbaik saat ini agar kelak kita menerima yang terbaik pula. Untuk siapapun itu, sekecil apapun kesempatan itu, kesempatan dalam hal apapun, berilah usaha terbaik untuk menyelesaikannya.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Lukas 16:10

Tags: , , ,

You might also likeclose