Membajak Hati

Membajak Hati

Membajak Hati

Seorang petani harus mempersiapkan tanahnya terlebih dahulu sebelum menanaminya. Tanah yang keras apalagi berbatu tidak akan bisa membuat benih bertumbuh dengan baik. Membajak tanah juga diperlukan tenaga dan kesabaran. Petani itu terlebih dahulu harus membuang batu-batu dan mengairi tanahnya agar lebih gembur ketika dibajak.

Begitu juga dengan tanah hati kita. Benih yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita tidak akan bertumbuh dan berbuah dengan baik jika kita tidak membajak hati kita terlebih dahulu. Kita harus melakukan pemberesan masa lalu jika bagian dari masa lalu mengotori kita dengan dosa. Kita harus bisa membuang segala macam sifat yang buruk dan untuk bisa melakukannya dibutuhkan niat yang kuat.

Jangan pernah menyalahkan Tuhan akan tuain yang kita dapatkan. Tuhan tidak pernah memberikan benih yang buruk bagi kita, namun selidikilah hati kita kita sudah mempunyai hati yang baik. Tidak ada kata terlambat untuk mulai membajak hati kita.

Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.

Lukas 8:11,15

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose