Memantaskan Diri

Memantaskan Diri

Memantaskan Diri

Setiap orang pasti menginginkan pendamping hidup yang tepat. Namun tidak semua orang menerimanya dengan cepat, karena beberapa harus bersedia menunggu dalam waktu yang tidak sebentar. Usia yang terus bertambah membuat sebagian orang dilanda keresahan, terutama saat menanti kehadiran pendamping hidup yang ideal. Momen menunggu ini tidak sekadar untuk menghabiskan waktu begitu saja, melainkan berusaha meningkatkan kualitas pribadi dan mengajar kita untuk semakin percaya kepada Allah.

Tuhan mempersiapkan seseorang yang sepadan untuk mendampingi kita, yang menjadi cerminan hidup kita. Contohnya, jika kita menginginkan pasangan yang baik, maka kita harus menjadi baik terlebih dahulu. Intropeksi diri, perbaiki segala sesuatu untuk jadi semakin baik, dan persiapkan diri agar semakin layak untuk menerima yang terbaik kelak. Sebab Allah yang paling mengenal pribadi kita dan Ia yang paling mengetahui kapan waktu yang tepat untuk kita. Karena itu jangan hilang harapan dan jangan lelah berharap kepada Allah.

Allah meminta kita untuk menunggu sampai kita layak untuk mendapatkan yang terbaik. Waktu untuk menunggu yang diberikan Allah bukanlah waktu kosong yang harus terbuang sia-sia, melainkan kesempatan untuk bersiap akan sesuatu yang baru, yang lebih indah dari yang mampu kita bayangkan. Waktu menunggu bukan waktu untuk meratap atas penundaan yang tidak jelas ujungnya, melainkan waktu penuh harap atas rancangan yang lebih besar dari yang mampu kita bayangkan. Tuhan selalu memperhitungkan segala usaha yang kita lakukan untuk memantaskan diri, jika Ia melihat bahwa kita sudah layak untuk menerima janji-Nya, percayalah Ia tidak akan menunda-nunda lagi.

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Pengkhotbah 3:11

Bagikan Artikel:

Tags: , , ,


youtube

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose