Memandang Masa Depan Bersama Tuhan

Memandang Masa Depan

Memandang Masa Depan

Pasti kita pernah merasa telah salah melangkah atau mengambil keputusan. Saat di mana kita menyesali keputusan yang telah dibuat dan terlintas di pikiran kita, apa yang akan terjadi seandainya keputusan tersebut tidak diambil.

Sebut saja Bunga. Saat ini Bunga sedang berusaha menyelesaikan pendidikan S2-nya di salah satu universitas ternama. Ketika melihat semua teman-temannya sudah mendapatkan pekerjaan selepas menempuh S1, Bunga pun berpikir, betapa beruntungnya mereka dan dari situlah Bunga mulai meragukan keputusan yang telah ia ambil. Apakah ini merupakan keputusan yang terbaik? Saat itu Bunga berpikir, apakah waktu dan tenaga yang ia berikan untuk studi S2 adalah yang terbaik atau ia hanya membuang-buang uang dan waktu berharganya?

Di sisi lain teman-teman Bunga ingin bisa mendapatkan uang dan kesempatan untuk melanjutkan S2 karena ketika bekerja, uang memang telah tersedia tetapi tidak ada lagi waktu untuk melanjutkan pendidikan S2.

Masing-masing orang memiliki jalan keesuksesannya masing-masing. Kita tidak perlu membanding-bandingkan kesuksesan kita dengan orang lain. Salah satu  cara untuk sukses adalah selalu bersyukur kepada Tuhan, pandanglah kehidupan kita sendiri, pandanglah berkat Tuhan yang sudah diberikan kepada kita, tidak melihat-lihat ke kiri dan ke kanan. Lihatlah lurus ke depan. Jalan apapun yang sudah kita pilih, harus kita lewati dengan ucapan syukur. There’s no turning back, no more regrets. Allah akan menyatakan kebaikannya pada anak-anaknya sesuai dengan cara Allah sendiri. Percaya bahwa Tuhan menyertai kita melewati semua tantangan kehidupan menuju kesuksesan. Ada satu kutipan yang sangat menarik dari penginjil Nick Vujicic dalam bukunya Limitless, “Allah tidak menyia-nyiakan waktunya, jadi dia juga tidak akan menyia-nyiakan waktuku. Segala sesuatu bekerja untuk mendatangkan kebaikan pada akhirnya.” Percaya bahwa apa yang kita jalani saat ini adalah bagian dari rencana Tuhan dan percayalah pada cara dan waktu Tuhan.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Mazmur 42:12

Tags: , , ,

You might also likeclose