Melihat Tuhan dalam Kesesakan

Melihat Tuhan dalam Kesesakan

Melihat Tuhan dalam Kesesakan

Saat badai salju tiba, ada seorang nenek yang terjebak dan jauh dari perkampungan. Kaki-kai nenek itu mulai susah digerakkan karena dinginnya salju. Sempat nenek itu berpikir bahwa badai salju yang hebat ini akan mengakhiri hidupnya. Kemudian nenek itu menjadi sadar akan sesuatu, selama ia masih bisa bernapas, itu artinya bahwa Tuhan ada bersama-sama dengan dia. Sang nenek mulai memuji Tuhan dengan bibirnya yang hampir membiru karena dingin. Sukacita dalam hatinya membuatnya mampu menggerakkan kaki. Sukacita dalam hatinya membuat tubuhnya kembali hangat.

Seolah kehidupan kita tanpa harapan. Kita berada di dalam kesesakan di mana tidak seorangpun menolong dan mengabaikan kita. Kita seolah menjadi sangat sendirian dengan beban yang mungkin sangat “mematikan”. Sering timbul pertanyaan, bagaimana bisa aku menghidupi anak istriku besok? Bagaimana bisa aku membayar uang kuliahku? Bagaimana caranya agar aku bisa sembuh? Bagaimana cara agar aku terbebas dari hutang? Dan lain sebagainya.

Kita terlalu sibuk dengan “bagaimana aku” kita menjadi lupa dengan “bagaimana Dia”. Kita mementingkan keinginan dan keselamatan “aku” dari pada mementingkan “Dia”. Jangan pernah memandang bahwa masalah itu akan membuat hidup kita terpuruk, namun lihat dan utamakanlah Tuhan di atas segala-galanya. Tuhan mampu redakan angin ribut, Tuhan mampu bangkitkan orang mati, Tuhan mampu celikkan mata yang buta dan seorang lumpuh berjalan, masakan Tuhan yang sama tidak mampu mengubahkan kehidupan kita? Mari kita belajar untuk melihat Tuhan dalam kesesakan, sebab di dalam Dialah ada jalan keluar.

Tetapi dalam kesesakan mereka berbalik kepada TUHAN, Allah orang Israel. Mereka mencari-Nya, dan Ia berkenan ditemui oleh mereka.

2 Tawarikh 15:4

Bagikan Artikel:

Tags: , ,


youtube

youtube

youtube

Motivasi Terkini
youtube
Jesus
You might also likeclose