Lebih Tajam dari Pisau

Lebih Tajam dari Pisau

Lebih Tajam dari Pisau

Saya pergi ke pasar untuk membeli daging segar. Saya melihat penjual daging sedang mengiris daging-daging itu menggunakan pisau yang sangat tajam. Saat itu saya berpikir bahwa ketika saya tertusuk jarum, itu sudah cukup menyakitkan, lalu bagaimana rasanya jika diiris dengan menggunakan pisau?

Lidah kita adalah pisau yang sangat tajam. Melalui lidah inilah kita seringkali melukai perasaan orang lain hanya demi kesenangan diri sendiri. Kita lebih sering menggunakan lidah kita untuk menghakimi orang lain dan membebaskan diri sendiri dari dosa. Kita menjadi tidak sadar bahwa kita telah menjadi “pembunuh kasih” ketika kita tidak bisa mengendalikan lidah dengan benar.

Jangan biarkan lidah kita menjadi liar dan melukai lebih banyak lagi orang. Belajarlah untuk bisa memperkatakan berkat dari pada kata-kata cemoohan. Sebelum kita melihat keburukan orang lain, marilah kita melihat keburukan diri sendiri. sudah pantaskah aku menjadi hakim atas sesamaku manusia?

Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.

Amsal 12:18

Bagikan Artikel Ini :

Tags: ,

You might also likeclose