Lebih Mengenal Allah

Lebih Mengenal Allah

Lebih Mengenal Allah

Pada Perjanjian Lama korban persembahan merupakan sesuatu yang sangat penting. Persembahan merupakan gambaran keseriusan dan ketergantungan manusia kepada Tuhan. Persembahan menjadi media untuk mengingatkan bahwa manusia membutuhkan belas kasihan Tuhan untuk memperoleh pengampunan bagi dosa-dosa mereka. Namun korban persembahan itu telah berakhir setelah karya keselamatan Yesus Kristus di kayu salib. Setelah kematian Yesus ada hal yang jauh lebih penting dibanding korban persembahan, yaitu lebih mengenal dan mengasihi Allah.

Pengenalan akan Allah jauh lebih penting dari korban persembahan. Saat kita berusaha semakin mengenal Allah, kita akan belajar untuk semakin mengasihi-Nya. Dan kasih kepada Allah itu akan nyata melalui ketaatan dan kesetiaan, kasih itu juga akan nyata melalui pujian dan persembahan yang kita berikan. Persembahan adalah hal penting dalam penyembahan, namun kasih kepada Allah jauh lebih penting. Yesus mengatakan tentang hukum yang terutama dan yang pertama dalam Matius 22:37, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

Allah ingin agar kita lebih mengenal Dia dan lebih mengasihi-Nya, dibandingkan dengan mempersoalkan persembahan materi yang mampu kita berikan. Dibandingkan materi, kita juga dapat memberi hati, waktu, talenta, dan hidup kita untuk menjadi persembahan yang harum bagi kemuliaan-Nya. Dan diatas semua itu, kita harus mampu untuk lebih mengenal kehendak-Nya dan mengasihi-Nya. Pengenalan akan Allah akan kita peroleh melalui tuntunan Roh Kudus saat membaca firman-Nya di Alkitab dan saat menghadapi segala pergumulan setiap saat.

Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

Hosea 6:6

Tags: , , ,

You might also likeclose