Lebih Banyak Memberi

Lebih Banyak Memberi

Lebih Banyak Memberi

Kita pasti sering mendengar istilah “take and give.” Mungkin kita beranggapan bahwa dalam sebuah hubungan selalu ada timbal baliknya, ketika kita memberi maka orang lain juga harus membalasnya dengan memberi pada kita. Sepertinya sudah menjadi sifat alami manusia jika lebih ingin menerima dan mendapat, daripada memberi dan  kehilangan. Dan juga sudah menjadi prinsip hidup di dunia jika semakin berhemat dan lebih banyak menerima, maka yang kita miliki akan semakin bertambah-tambah dan berlimpah.

Namun yang tertulis pada Amsal 11:24 justru kebalikannya: “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” Allah mengajarkan kita kasih tanpa batas, kasih yang tak berkesudahan dengan lebih banyak memberi. Memberi adalah ungkapan kasih dalam bentuk nyata, yang tidak selalu soal materi, tetapi lebih luas dari itu seperti memberi waktu dan perhatian. Memberikan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang bisa menjadi jauh lebih berharga dari yang kita bayangkan.

Tuhan senantiasa memberkati kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain, bukan untuk dinikmati sendiri. Hidup yang kita jalani adalah tentang memberi dan bukan mendapatkan. Berapa banyak yang bisa kita berikan pada orang lain adalah lebih penting daripada berapa banyak yang kita peroleh dari dunia ini. Semangat untuk memberi haruslah lebih besar dari semangat untuk menerima. Allah yang kita sembah adalah Allah yang adil dan penuh kasih, karena itu percayalah, Ia memperhitungkan semua yang kita berikan dengan kerelaan hati.

Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Amsal 11:25

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose