Kutukan dalam Doa

Kutukan dalam Doa

Kutukan dalam Doa

Kadang seseorang yang merasa sakit hati memanjatkan doa tanpa mempedulikan orang lain. Mungkin juga sengaja mengutuk mereka melalui doa karena diperlakukan tidak adil, dikhianati, disakiti ataupun karena merasa iri. Padahal doa merupakan cara kita untuk semakin dekat dengan Tuhan, dengan mengucap syukur, memohon berkat, dan memohon ampun dosa. Bukan untuk menuntut Tuhan agar menghakimi orang lain dengan persepsi kita.

Apakah kita mau mengotori doa dengan mengikutsertakan dendam dan kutukan pada orang lain? Seperti yang tertulis pada Yakobus 3:9, “Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah.” Atau apakah kita menghadap dia untuk membawa perkara yang ingin kita hakimi sendiri dengan penyelesaian sendiri? Itu artinya kita meminta penyelesaian yang berat sebelah, dengan meminta pertolongan dalam hidup kita dan meminta kecelakaan pada orang lain.

Meskipun kita menerima perlakuan yang tidak adil, bukan menjadi hak kita untuk menentukan balasan apa yang pantas mereka terima. Kita adalah pengikut Kristus yang harus dilandasi oleh kasih dan damai. Jangan sampai waktu doa kita dikotori oleh hal-hal yang tidak berguna. Jangan mengutuk ataupun menghakimi, karena bukan kepada manusia diberi hak untuk menilai kesalahan sesamanya dan menjadi hakim atas mereka. Tuhan mengetahui segala perkara dalam kehidupan kita, apabila kita mengalami kepahitan, tentu dia juga mengetahuinya. Tuhan adalah hakim yang adil untuk segala perkara, maka serahkan semua perkara pada-Nya biar kehendak Tuhanlah yang jadi. Hilangkan sifat membalas kejahatan dan tanamkan sifat mengampuni, agar hati dan hidup kita lebih tenang dan damai.

Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

Roma 12:14

Tags: , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

You might also likeclose