Ketika Sahabat Mengecewakan

Ketika Sahabat Mengecewakan

Ketika Sahabat Mengecewakan

Rasa kecewa yang muncul karena seorang teman terkadang jauh lebih menyakitkan daripada luka yang dibuat oleh seorang musuh. Karena mungkin kita tidak pernah menyangka bahwa orang yang dekat dan paling mengerti hidup kita ternyata mampu menyakiti hati kita. Pemazmur juga menuliskan pergumulannya tentang sahabatnya, “Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia. Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku: kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian (Mazmur 55:13-15).”

Yesus sangat mengerti bagaimana rasanya dikhianati, dikecewakan, dan ditinggalkan oleh sahabat-Nya. Ia telah mengalami hal yang sama dengan yang kita alami. Ia telah dihianati oleh salah seorang murid-Nya, Yudas. Salah seorang murid yang paling akrab dengan Dia yaitu Petrus juga menyangkal kedekatan mereka sampai tiga kali. Untuk menyelamatkan dirinya sendiri, Petrus menolak mengakui bahwa ia adalah murid Yesus. Namun Yesus tidak menolak mereka dan tetap memberikan pengampunan.

Kita memiliki seorang sahabat yang setia, tidak pernah mengecewakan dan tidak pernah meninggalkan. Yesus memilih kita sebagai sahabat-Nya. Maka sudah selayaknya kita mencontoh Yesus ketika menghadapi kekecewaan dari para sahabat. Yaitu dengan tetap mengasihi mereka dan memberi pengampunan. Seperti Allah yang telah mengampuni dan tidak berhenti mengasihi kita, meskipun kita seringkali menolak dan membuat-Nya kecewa. Lepaskan segala sakit hati maupun dendam dari dalam diri agar Tuhan mengisinya dengan sukacita yang baru.

Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis.

Ayub 16:20

Bagikan Artikel:

Tags: , , ,


youtube

youtube

youtube

youtube



youtube
facebook
twitter

Motivasi Terkini
Jesus
You might also likeclose