Kasih Memampukan Kita Memaafkan

Memaafkan

Memaafkan

Ada sebuah kisah nyata yang terjadi pada tahun 1971 di daerah White Oak, Georgia. Mungkin kita sudah pernah mendengar ceritanya, tentang seorang laki-laki yang mempunyai istri namun tidak pernah menghargainya. Laki-laki ini bahkan sering memukuli anak dan istrinya, mencuri tabungan istrinya, terlibat perjudian, narkotika, dan seks bebas. Kemudian ia terlibat perbuatan kriminal dan dijebloskan ke dalam penjara. Di akhir masa tahanan, ia menulis surat kepada istrinya dan menceritakan penyesalannya, ia masih sangat mencintai istri dan anak-anaknya dan merindukan mereka.

Dia berpesan jika istrinya masih menyayanginya, ia harus mengikat sehelai pita kuning di salah satu pohon di pusat kota yang akan ia lewati saat pulang nanti. Saat tiba waktu dibebaskan dan dia melewati pusat kota akhirnya ia melihat bahwa ternyata tidak hanya sehelai pita kuning yang terikat di pohon tersebut melainkan ratusan pita. Kasih yang begitu besar memampukan istrinya memaafkan bahkan menunggu bertahun-tahun suaminya. Kisah ini bahkan dituangkan dalam sebuah lagu yang berjudul Tie A Yellow Ribbon Round The Ole Oak Tree dan menjadi hits pada tahun 1973.

Kita pasti pernah mengalami sakit hati akibat perlakuan kurang menyenangkan yang bahkan menimbulkan kebencian dan dendam. Namun Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni sampai tujuh puluh kali tujuh kali, artinya memberi pengampunan sebanyak-banyaknya. Kasih Allah yang sangat besar juga menjadi alasan Ia memberikan pengampunan atas dosa dan kesalahan kita melalui kematian Yesus di kayu salib. Walau memang tidak mudah untuk mengampuni, namun kita harus belajar untuk dapat memberikan pengampunan. Dan kasih dari Allah akan memampukan kita untuk memaafkan orang lain yang menyakiti kita.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Efesus 4:32

Tags: , , ,

You might also likeclose