Ikut karena Percaya

Karena Percaya

Karena Percaya

Ada seorang bernama Simon yang melakukan pekerjaan sihir di Samaria. Ia menjadi percaya dan bersedia dibaptis setelah mendengar pemberitaan tentang Yesus. Namun ketika melihat para rasul memberi Roh Kudus dengan menumpangkan tangan mereka, ia menawarkan uang kepada mereka untuk mendapatkan kuasa tersebut. Bahkan setelah mengaku percaya, ia tetap memiliki niat buruk di dalam hatinya yaitu membeli karunia Allah untuk kepentingannya sendiri.

Tuhan menghendaki agar dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan dan semua kesibukan yang menyita waktu kita, iman percaya kita dapat semakin bertumbuh. Semakin percaya kepada Yesus, kepada kasih dan kuasa-Nya. Kita mengikut Yesus karena kita percaya pada-Nya dan bersedia melakukan kehendak-Nya karena kita mengasihi-Nya. Bukan semata-mata untuk memegahkan diri atau supaya dipuji orang lain. Juga bukan karena sekadar ikut-ikutan atau untuk mencari kepentingan lain.

Akan banyak godaan yang menarik kita pada kepentingan-kepentingan dunia, akan banyak tantangan dan pengorbanan yang kita berikan saat berjalan sebagai pengikut Yesus. Namun percaya dan pengharapan kepada Allah tidak akan sia-sia, seperti yang tertulis dalam kitab Ibrani 10:35, “Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.” Letakkan harapan dan kepercayaan di tangan yang tepat, dan berjalanlah dalam iman percaya dengan penuh kesetiaan dan ketekunan.

Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Yohanes 14:11

Tags: , , ,

You might also likeclose