Hubungan yang Sehat dan Seimbang

Hubungan yang Sehat

Hubungan yang Sehat

Ada seorang laki-laki yang sangat kaya bernama Nabal dan isterinya bernama Abigail. Abigail adalah seorang wanita yang bijak dan cantik, tetapi Nabal seorang yang kasar dan berkelakuan buruk. Ketika orang suruhan Daud datang kepadanya dengan salam dan maksud yang baik, Nabal malah memaki mereka. Padahal Daud telah bersikap baik pada pelayan-pelayan Nabal saat mereka menggembalakan kambing domba di ladang. Untung saja Abigail segera menyusul Daud untuk meminta maaf atas kelakuan suaminya sehingga Daud tidak jadi membunuh Nabal.

Hubungan yang sehat dan seimbang adalah hubungan yang memiliki arah yang sama untuk dituju dan tujuan yang sama untuk dicapai. Kedua belah pihak akan memiliki keinginan untuk sama-sama membangun, menyeimbangkan, memperbaiki diri, saling melengkapi dan menerima. Keinginan itu harus muncul dari kedua belah pihak agar hubungan tetap seimbang. Jika hanya salah satu yang berjuang, maka itu hanya akan menghasilkan hubungan yang rumit.

Menyatukan orang percaya dengan orang yang tidak percaya jelas mustahil, karena saling bertolak belakang. Ini sama halnya dengan menyatukan terang dengan gelap. Allah menghendaki agar setiap orang percaya mendapatkan pasangan yang sesuai untuk membangun hubungan yang sehat dan seimbang di dalam kehidupannya. Hubungan yang didasari kasih yang tulus dan sama-sama memiliki nilai-nilai hidup yang berakar kuat pada firman Allah.

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

2 Korintus 6:14

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , , ,

You might also likeclose