Hati Bagi Bangsa

Hati Bagi Bangsa

Hati Bagi Bangsa

“Bagi bangsa ini kami berdiri, dan membawa doa kami kepada-Mu, sesuatu yang besar pasti terjadi dan mengubahkan negri kami,” pernahkah anda mendengarkan lirik lagu ini? Ini adalah sepenggal lirik lagu yang menggambarkan kerinduan anak-anak Tuhan agar bangsa Indonesia mengalami pemulihan. Kerinduan yang tersirat dari lagu ini adalah kerinduan yang sama yang dialami Nehemia.

Nehemia adalah seorang juru minuman raja ketika pemerintahan raja Artahsasta. Pada masa itu, Yerusalem menjadi kota yang penuh dengan puing-puing reruntuhan tembok. Orang-orang banyak yang menjadi tawanan musuh, termasuk Nehemia,  tetapi Nehemia beruntung karena Nehemia mendapat jabatan di kerajaan sebagi juru minuman. Secara logika, kehidupan Nehemia sudah sempurna, memiliki kedudukan dan tinggal di istana raja, akan tetapi Nehemia bukan pribadi yang berpangku tangan ketika melihat negrinya hancur, hal ini terlihat jelas di kitabnya pasal 1 ayat yang keempat, di mana Nehemia menangis dan berkabung serta melakukan doa puasa bagi bangsanya. Tidak cukup sampai di situ saja, Nehemia bahkan berani menghadap ke raja dan menyampaikan keinginannya untuk membangun kembali tembok Yerusalem, dan dengan kasih kemurahan Tuhan, raja mengabulkan keinginannya tersebut.

Dari kisah Nehemia ini, kita dapat menarik suatu pelajaran, untuk memiliki hati yang peduli pada kondisi bangsa. Mungkin kita tidak perlu turun tangan langsung seperti Nehemia yang membangun kembali tembok Yerusalem, tetapi kita dapat berdoa dan berpuasa bagi pemulihan bangsa kita. Jangan hanya menjadi anak Tuhan yang berpangku tangan karena merasa kehidupan sudah sempurna dan semua baik-baik saja, tetapi mari kita bersama-sama ambil bagian untuk pemulihan bangsa kita, Indonesia. Ada banyak hal yang perlu kita doakan, baik itu untuk perekonomian, pembangunan, pendidikan maupun bagi jalannya pemerintahan yang adil. Kita adalah bagian dari bangsa ini, jangan hanya sekedar menjadi “penonton”, tetapi milikilah hati bagi bangsa ini.

Ketika aku mendengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit.

Nehemia 1:4

Tags: , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

You might also likeclose