Harapan yang Patah

Seekor anak tupai memiliki harapan agar bisa terbang seperti sekumpulan burung. Anak tupai terus mencoba untuk terbang dengan mengepak-kepakkan kedua tangannya, lalu melompat dari atas pohon. Bukannya terbang, anak tupai malah terjatuh. Melihat keanehan anaknya, ibu tupai berkata, “Berharap tidaklah salah tapi jangan lupa untuk bisa menerima kondisimu sendiri. Cukuplah kau dengan keahlian melompat. Bangunlah rumah di atas pohon seperti tupai lainnya.”

Anak tupai begitu kecewa dengan perkataan ibunya, dimana ibunya tampak tidak mendukung harapannya. Anak tupai mulai membangun rumah pohon dengan hati yang sedih. tiba-tiba di bawah terjadi keributan. Ternyata banjir tengah melanda dan banyak temannya yang tak terselamatkan. Anak tupai akhirnya mengerti tentang rasa syukur.

Kita pun kadang masih memiliki pemikiran seperti anak tupai. Hati dan pikiran kita dipenuhi banyak sekali harapan yang berusaha untuk kita wujudkan. Namun pada kenyataannya kita masih belum bisa meraih apa yang kita inginkan.

Jangan pernah kecewa saat harapan kita tak kunjung dikabulkan oleh Tuhan. Cobalah untuk melihat sekitar dimana banyak orang telah kehilangan harapannya akibat disapu bencana. Kita harus bisa belajar bersyukur dan menerima keadaan kita dengan sukacita. Harapan memang baik sesuai dengan pikiran, namun belum tentu berkenan di hati Tuhan.

TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

Mazmur 94:11

Bagikan Artikel Ini :

Tags: , ,

You might also likeclose